2. ORANG YANG BERCADAR ADALAH
KONSERVATIF
Konservatif
adalah ketinggalan zaman. Kadang terlontar dari mulut orang-orang yang belum
memahami makna cadar, bahwa orang yang bercadar adalah konservatif, dikarenakan
mereka mengabadikan tradisi orang-orang islam dulu. Zaman sudah semakin maju,
teknologi sudah semakin berkembang, kok mereka masih membungkus diri sepeerti
itu? Itu namanya konservatif alias ketinggalan zaman.
Jika
ada yang beranggapan seperti diatas maka kita akan membantahnya dengan beberapa
dalil.
Pertama: cadar adalah bukan tradisi orang-orang arab
dahulu, akan tetapi cadar adalah syari'at allah dan Rasul-nya. Allah subuhanahu
Wata'ala berfirman dalam Qur’an Surat Al-Ahzab : 59
}يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ
لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ
جَلابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ
فَلا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُوراً رَحِيماً{
Artinya: “Hai Nabi, katakanlah kepada
isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu`min,
Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian
itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu.
Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.
Ulama tafsir menyebutkan bahwa sebab turunya
ayat ini adalah karena wanita-wanita madinah saat itu keluar rumah dimalam hari
untuk membuang air besar diluar rumah, ritempat yang luas dan jauh dari
keramaian, mereka tidak bisa dibedakan dengan budak-budak wanita (al-ima').
Sehingga mereka diganggu oleh sebagian orang-orang fasiq, mereka kira bahwa
wanita-wanita itu adalah budak, kemudian allah subuhanahu wata'ala
memeerintahkan rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam memerintahkan para
istrnya, anak-anak wanitanya dan istri-istri kaum muslimin untuk memakai cadar.
Ibnu
abbas berkata terhadap ayat ini: allah subuhanahu wata'ala memerintahkan
wanita-wanita mukminin untuk menutup wajahnya dengan jilbab dan menyisakan satu
mata" [1]
Allah subuhanahu Wata'ala berfirman dalam Qur'an
Surat An-Nuur : 31
{وَقُل لِّلْمُؤْمِنَتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَرِهِنَّ
وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلاَ يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلاَّ مَا ظَهَرَ
مِنْهَا }
Artinya: Katakanlah kepada wanita yang
beriman, Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah
mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang nampak dari padanya".
Rasulullah
Shollallahu 'alaihi Wasallam Bersabda:
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ الرُّكْبَانُ يَمُرُّونَ بِنَا وَنَحْنُ مَعَ رَسُولِ
اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُحْرِمَاتٌ فَإِذَا حَاذَوْا بِنَا
أَسْدَلَتْ إِحْدَانَا جِلْبَابَهَا مِنْ رَأْسِهَا عَلَى وَجْهِهَا فَإِذَا
جَاوَزَنَا كَشَفْنَاهُ
Artinya:
Dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha Berkata : Para pengendaraan biasa
melewati kami disaat kami (para wanita) beihram bersama-sama Rasulullah
Shollallahu ‘Alaihi Wasallam, maka jika mereka mendekati kami, salah seorang
diantar kami menurunkan jilbabnya dari kepalanya kewajahnya, dan jika mereka
telah melewati kami, kami membuka wajah ( H.R Ahmad, Ibnu Majjah, Dan Abu Daud)
Kedua: Syari'at Islam adalah bersifat akurat, dan tidak
akan berubah dikarenakan berubahnya zaman. Bagaimanapun perubahan zaman, itu
tidak akan bisa merubah hukum Allah.
Adapun hamba yang beriman harus selalu rela dan ridho terhadap syari'at allah
dan rasulnya. Allah subuhanahu wataa'ala berfirman:
آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ
كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ
بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ
رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِير
Artinya: Rasul telah beriman
kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula
orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya,
kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): "Kami tidak
membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari
rasul-rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami
taat." (Mereka berdoa): "Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada
Engkaulah tempat kembali." (Q.S Al-baqarah : 285)
Oleh karena itu, jika ada yang mengatkaan
bahwa orang yang bercadar adalah konservatif maka sungguh ia telah memperminkan
syari'at allah dan mempermainkan orang-orang yang beriman yang memakai cadar.
Allah berfirman terhadap
orang yang mengolok-ngolok syari'at Allah.
Allah Subuhanahu Wata'ala Subuhanahu Wata’ala
Berfirman:
{ وَاتَّخَذُوا آيَاتِي
وَمَا أُنْذِرُوا هُزُواً }
Artinya: Dan mereka menganggap ayat-ayat kami dan peringatan-
peringatan terhadap mereka sebagai olok-olokan) .Q.S Al-Kahfi : 56(
Dan
Allah Subuhanahu Wata'ala Subuhanahu Wata’ala Berfirman:
{ وَإِذَا عَلِمَ مِنْ
آيَاتِنَا شَيْئاً اتَّخَذَهَا هُزُواً }
Artinya: Dan
apabila dia mengetahui barang sedikit tentang ayat-ayat Kami, maka ayat-ayat
itu dijadikan olok-olok. Merekalah yang memperoleh azab yang menghinakan) Q.S
Al-Jaatsiah: 9)
juga
Allah Subuhanahu Wata'ala Subuhanahu Wata’ala Berfirman:
{ يَا حَسْرَةً عَلَى
الْعِبَادِ مَا يَأْتِيهِمْ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ }
Artinya: Alangkah besarnya penyesalan terhadap
hamba-hamba itu, tiada datang seorang rasulpun kepada mereka melainkan mereka
selalu memperolok-olokkannya.)Q.S
Yaasin : 30(
Allah Subuhanahu Wata'ala Rabbul 'Izzati juga
Berfirman:
{ وَلَقَدِ اسْتُهْزِئَ
بِرُسُلٍ مِنْ قَبْلِكَ فَحَاقَ بِالَّذِينَ سَخِرُوا مِنْهُمْ مَا كَانُوا بِهِ
يَسْتَهْزِئُونَ* قُلْ سِيرُوا فِي
الْأَرْضِ ثُمَّ انْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَ قُلْ لِمَنْ
مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ قُلْ لِلَّهِ كَتَبَ عَلَى نَفْسِهِ
الرَّحْمَةَ لَيَجْمَعَنَّكُمْ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ لَا رَيْبَ فِيهِ
الَّذِينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ فَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ * }
Artinya: Dan
sungguh telah diperolok-olokkan beberapa rasul sebelum kamu, maka turunlah
kepada orang-orang yang mencemoohkan di antara mereka balasan (azab)
olok-olokan mereka.
Katakanlah: "Berjalanlah di muka bumi, kemudian perhatikanlah
bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan itu." Katakanlah:
"Kepunyaan siapakah apa yang ada di langit dan di bumi." Katakanlah:
"Kepunyaan Allah Subuhanahu Wata'ala." Dia telah menetapkan atas
Diri-Nya kasih sayang
Dia sungguh akan menghimpun kamu pada hari kiamat yang tidak ada
keraguan padanya. Orang-orang yang meragukan dirinya mereka itu tidak beriman )Q.S Al-an’am: 10-12)
Allah Subuhanahu Wata'ala
Subuhanahu Wata’ala juga Berfirman:
}وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا
كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ قُلْ أَبِاللَّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنْتُمْ
تَسْتَهْزِئُونَ * لاَ
تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ إِنْ نَعْفُ عَنْ طَائِفَةٍ
مِنْكُمْ نُعَذِّبْ طَائِفَةً بِأَنَّهُمْ كَانُوا مُجْرِمِينَ * {
Artinya: Dan jika kamu tanyakan kepada mereka
(tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan manjawab,
"Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja."
Katakanlah: "Apakah dengan Allah Subuhanahu Wata'ala, ayat-ayat-Nya dan
Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu
kafir sesudah beriman. Jika Kami memaafkan segolongan kamu (lantaran mereka
taubat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka
adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa. (Q.S At-taubah: 65-67)
Ketiga: Cadar adalah termasuk syi'ar atau lambang islam. Islam menyari'atkan
cadar untuk melindungi wanita-wanita yang beriman. Dan orang yang memakai cadar
tidak ketinggalan zaman.mereka bukan wanita-wanita konservatif.
Keempat:
mereka yang mengaplikasikan syari'at cadar adalah termasuk wanita-wanita yang
terhormat. Dan istiqomah dalam menjaga aurat serta kehormatanya.
Kelima: mereka yang bercadar adalah tidak mudah teerpengaruh oleh perubahan
zaman atau perkembangan teknologi, karena mereka tau bahwa keselamatan didunia
dan di akherat tidak bisa diraih kecuali dengan cara mengamalkan apa yang telah
diperintahkan allah. Allah subuhanhu wata'ala memerintahkan mereka bercadar,
maka mereka bercadar, allah memerintahkan kepada mereka unttuk meenjaga
kehormatan dan membungkus rapi auratnya merekapun melakukan dengan penuh taat
pada allah subuhanahu wata'ala. Sekalipun orang menuduh mereka dengan
tuduhan-tuduhan yang tidak benar. Bahkan itu tuduhan bathil. Mereka hanya
mengatakan kami dengar dan kami ta'at.
سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا
غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِير
Artinya:" Kami
mendengar dan kami ta'at, ampunanmu wahai tuhan kami dan kepadamu kami
kembali" (Q.S Al-Baqarah 285)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar