Sabtu, 14 Juli 2012

Bahaya Fitnah


            Apakah fitnah itu? Sebuah  pertanyaan yang semua orang bisa menjawabnya. Adu domba atau fitnah adalah, menukil satu perkataan yang tidak jelas kebenaranya dari seseorang  atau sekelompok kemudian menceritakannya kepada yang lain, tanpa meneliti dan melakukan pengecekan akan kebenaran berita itu. Sehingga menimbulkan  kebohongan dan kedustaan yang berakibat pada kerusakan yang nyata.
            Ini kerap kali manusia menganggapnya sesuatu hal yang biasa, dan berpikir bahwa ini adalah hal yang tidak begitu bermasalah sehingga mereka dengan mudah untuk melakukan hal ini terhadap temannya atau kepada kelompok tertentu dengan niat untuk menjatuhkan atau melemahkannya. Padahal ini adalah hal yang sangat besar disisi Allah, dan ini termasuk dosa besar. Rasulullah Shollallahu ‘Alaihi Wasallam Bersabda
 عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا مَرَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى قَبْرَيْنِ فَقَالَ إِنَّهُمَا لَيُعَذَّبَانِ وَمَا يُعَذَّبَانِ مِنْ كَبِيرٍ ثُمَّ قَالَ بَلَى أَمَّا أَحَدُهُمَا فَكَانَ يَسْعَى بِالنَّمِيمَةِ وَأَمَّا أَحَدُهُمَا فَكَانَ لَا يَسْتَتِرُ مِنْ بَوْلِهِ قَالَ ثُمَّ أَخَذَ عُودًا رَطْبًا فَكَسَرَهُ بِاثْنَتَيْنِ ثُمَّ غَرَزَ كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا عَلَى قَبْرٍ ثُمَّ قَالَ لَعَلَّهُ يُخَفَّفُ عَنْهُمَا مَا لَمْ يَيْبَسَا
Artinya: dari Ibnu Abbas radhiyallah ‘anhu berkata, Rasulullah Shollallahu ‘Alaihi Wasallam melewati dua kuburan kemudian Bersabda: sesungguhnya mereka berdua sedang diazab, dan mereka tidak diazab karena hal yang besar, kemudian beliau Bersabda: “betul” adapun yang satu  karena dia jalan menyebarkan fitnah (namimah), dan yang satunya karena ia tidak membersihkan kencingnya, Ibnu Abbas Berkata: kemudian Rasulullah Shollallahu ‘Alaihi Wasallam  mengambil  batang kelopak korma dan membelahnya menjadi dua bagian, kemudian menancapkannya diatas kedua kuburan mereka, para sahabat bertanya: wahai Rasulullah! kenapa engkau melakukan ini? Beliau menjawab: semoga mereka berdua diringankan azabnya oleh Allah sampai batang ini mengering”. (H.R Bukhari )
    Disini Rasulullah Bersabda: “dan tidaklah diazab karena hal yang besar” yaitu besar disisi manusia dikarenakan mereka telah menganggap bahwa ini hal yang  biasa. Kemudian Rasulullah Shollallahu ‘Alaihi Wasallam  Bersabda lagi: “ betul” yaitu, betul bahwa ini adalah besar disisi allah (termasuk dosa besar).
     Oleh karena itu, Wahai hamba allah! Mengadu domba atau menfitnah adalah termasuk dosa besar, karena Allah menjanjikan azab untuk orang yang melakukannya, dan semua yang berakibat bagi pelakunya azab atau laknat Allah adalah termasuk dosa besar. Oleh karena itulah wahai hamba Allah, hati-hatilah dengan bahaya adu domba ataupun fitnah. Jangan suka menyebarkan  fitnah  ditengah-tengah manusia, karena Allah akan mengazab orang yang suka menyebarkan fitnah.
      Adu domba atau fitnah ini, bisa datang dari sesama kaum muslimin dikarenakan kebodohan mereka. Juga bisa datang dari orang-orang munafik yang berwajah dua untuk merusak Islam dan kaum muslimin, dan bisa juga datang dari kalangan kaum kafir untuk menghancurkan Islam dan orang-orang yang beriman.
Jika datang kepadamu satu berita maka lihatlah siapa yang membawa berita itu, dan ceklah serta telitilah berita yang ia bawa, jangan  langsung percaya terhadap berita yang mengandung syubhat dan adudomba ataupun fitnah.
     Jika berita itu datang dari orang yang fasik atau pembohong atau pendosa maka janganlah dipercaya karena saksinya orang fasik tidak bisa diterima dan itu akan berakibat fatal bagimu, juga bagi saudaramu yang difitnah didunia dan akhirat. Oleh karena itulah Allah Subuhanahu Wata’ala Berfirman:
{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَأٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْماً بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ}
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. (Q.S Al-Hujrat: 6)
            Renungilah sebab turunya ayat ini wahai hamba allah! ayat ini turun kepada al-walid bin ‘uqbah bin abi mu’ith, ia di utus oleh nabi Shollallahu alaihi wa salam kepada bani mushtholiq untuk memungut zakat dari harta mereka, ketika bani mushtholiq mendengar  kedatanganya, mereka menemuinya dengan sangat gembira, kemudian al-walid takut terhadap mereka dan menyangka bahwa mereka akan membunuhnya. Iapun kembali kepada Nabi Shollallahu ‘Alahi Wasllam dan mengatakan kepada rasulullah Shollallahu ‘alahi wasallam bahwa mereka menolak untuk mengeluarkan zakat dn ingin membuhnya, kemudian mereka mengutus kepada Rasulullah Shollallahu ‘Alahi Wasallam utusan, dan mengabarkan bahwa al-wlid telah berbohong. Maka allah kemudian menurunkan ayat ini.
            Wahai kaum muslimin! ini menunjukkan kita tidak boleh memebenarkan kabar yang dibawa oleh orang fasik lagi munafik. Oleh karena itu janganlah mengikuti mereka, Allah Subuhanahu Wata’ala berfirman:
{وَلاَ تُطِعْ كُلَّ حَلاَّفٍ مَّهِينٍ هَمَّازٍ مَّشَّاءِ بِنَمِيمٍ مَّنَّاعٍ لِّلْخَيْرِ مُعْتَدٍ أَثِيمٍ عُتُلٍّ بَعْدَ ذَلِكَ زَنِيمٍ}
Artinya: Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina, yang banyak mencela, yang kian ke mari menghambur fitnah, yang banyak menghalangi perbuatan baik, yang melampaui batas lagi banyak dosa, yang kaku kasar, selain dari itu, yang terkenal kejahatannya (Q.S Al-Qalam : 10-13)
            Takutlah terhadap bahaya fitnah wahai hamba allah! Berapa banyak nyawa yang melayang gara-gara adu domba dan fitnah, berapa banyak kerusakan hubungan silaturrahim seorang dengan saudaranya disebabkan fitnah, dan berapa banyak perang terjadi gara-gara adu domba. Wal-‘Iyadzu Billah…Nas’alullah Salamatan Wal-‘Afiyah .
            Ingatkah anda dengan kisah nabi allah yusuf ‘alaihissalam? Bagaimana ketika syetan laknatullah mengadu domba antara yusuf dan saudara-saudaranya, yang berakhir kepada permusuhan saudara-saudara yusuf kepada nabi Allah Subuhanahu Wata’ala yaitu yusuf yang berujung kepada pembuatan makar mereka untuk membuang yusuf kedalam sumur. Ini dilukiskan allah dalam firmanya:
{وَقَالَ يَا أَبَتِ هَذَا تَأْوِيلُ رُؤْيايَ مِنْ قَبْلُ قَدْ جَعَلَهَا رَبِّي حَقّاً وَقَدْ أَحْسَنَ بِي إِذْ أَخْرَجَنِي مِنَ السِّجْنِ وَجَاءَ بِكُمْ مِنَ الْبَدْوِ مِنْ بَعْدِ أَنْ نَزَغَ الشَّيْطَانُ بَيْنِي وَبَيْنَ إِخْوَتِي }.
Artinya: Dan Yusuf berkata: "Wahai ayahku inilah tafsir mimpiku yang dulu; sesungguhnya Tuhanku telah menjadikannya suatu kenyataan. Dan sesungguhnya Tuhanku telah berbuat baik kepadaku, ketika Dia membebaskan aku dari penjara dan ketika membawa kalian dari dusun, setelah syaitan merusakkan (hubungan) antaraku dan saudara-saudaraku.(Q.S Yusuf :100)
            Begitupun kisah nabi yusuf dengan istri aziz dan perempuan-perempuan dikota mesir, yang berujung kepada Nabi Yusuf ‘Alaihi Wasallam dipenjara. Beliau tidak salah sedikitpun tapi merekalah yang salah yang memnfitnah yusuf dengan fitnah yang sangat buruk. Allah Subuhanahu Wata’ala berfirman:
قَالَ رَبِّ السِّجْنُ أَحَبُّ إِلَيَّ مِمَّا يَدْعُونَنِي إِلَيْهِ وَإِلَّا تَصْرِفْ عَنِّي كَيْدَهُنَّ أَصْبُ إِلَيْهِنَّ وَأَكُنْ مِنَ الْجَاهِلِينَ  فَاسْتَجَابَ لَهُ رَبُّهُ فَصَرَفَ عَنْهُ كَيْدَهُنَّ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ.
Artinya: Yusuf berkata: "Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak Engkau hindarkan dari padaku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh. Maka Tuhannya memperkenankan doa Yusuf dan Dia menghindarkan Yusuf dari tipu daya mereka. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. ".(Q.S Yusuf :33-34)
     Lihat dan renungkan apa yang terjadi didalam Kisah al- ifq
Diriwayatkan bukhari dalam shohihnya dari ‘Aisyah radhiyallah ‘anha, ia berkata: Rasulullah Shollallahu ‘Alaihi Wasllam kalau hendak bepergian  beliau undi antara istri-istri beliau, siapa diantara mereka yang keluar undianya, beliau membawanya berangkat. Beliau mengundi antara kami untuk pergi kepada suatu peperangan. Maka keluarlah undian saya. Lalu saya berangkat bersama beliau sesudah turun ayat hizab (perintah bertutup muka). Saya dibawa dan ditumpangkan diatas sekedup, lalu kami berjalan.
Setelah Rasulullah Shollallahu ‘Alahi Wasallam  selesai dari peperangan itu, beliau berangkat pulang. Setelah kami berhenti dekat madinah, malam harinya diberitahukan untuk berangkat. Ketika pemberitahuan itu, sayapun berdiri lalu berjalan hingga saya melampui tentara. Setelah saya menyiapkan keperluan, dan saya bersiap-siap untuk berangkat, saya raba dada saya kebetulan kalung saya jaz’I azfar (sebangsa akik) telah putus. Segera saya kembali mencari kalung saya, sehingga saya terlambat karena mencarinya. Mereka yang akan kembali itu datang ketempat saya tadi, lalu mereka angkat sekedup saya kemudian  mereka letakkan diatas punggung unta kendaraan saya.
Mereka mengira saya dalam sekedup itu, karena perempuan waktu itu ringan, tiada berat badanya dan tiada banyak dagingnya. Karena mereka makan hanya sedikit. Orang itu tiada curiga ketika mengangkatnya. Lalu sekedup itu mereka bawa. Mereka menyuruh unta berdiri dan terus berjalan. Saya mendapatkan Kalung setelah tentara pergi. Kemudian Saya datang ditempat tentara tetapi tidak ada seorangpun lagi disitu, lalu saya kembali ketempat saya semula karena menurut dugaan saya tentu setelah mereka tau bahwa setelah saya hilang mereka akan mencari saya.
Ketika saya sedang duduk, mata saya mengantuk, lalu saya tertidur. Safwan bin mu’athatal as-sulami zakwani berjalan dibelakang tentara. Waktu subuh ia tiba dekat tempatku, maka dilihatnya bayangan manusia yang sedang tidur lalu ia datang menemui saya. Dan ia pernah melihat saya sebelum berhizab, lalu saya terbangun karena ia membaca: “inna lillahi wa inna ilahi raaji’un. Ketika ia menyimpuhkan untanya , kemudian diinjaknya tangan unta itu. Lalu saya kendarai. Lalu iapun berjalan menghela unta saya sehingga kami sampai kepada tentara ketika mereka sedng beristrahat waktu mulai tengah hari.
Maka curigalah orang yang curiga, yang mempelopori kabar dusta itu adalah abdullah bin ubay bin salul, kemudian kami sampai dimadinah dan saya sakit selama sebulan. Mereka menyiarkan kabar bohong. Saya merasakan sewaktu saya sakit, saya tidak melihat kesayangan Rasulullah Shollallahu ‘Alahi Wasallam sebagaimana biasa saya lihat kalau saya sakit. jika belia  masuk, beliau hanya memberi salam kemudian bertanya: bagaimana keadaanmu?” saya tidak mengetahui hal yang demikian itu sampai saya sembuh. Saya keluar bersama ummu misthah ketempat buang air besar, kami hanya keluar malam hari. Itu sebelum kami membuat wc dekat rumah kami. Dan keadaan kami sebagaimana orang arab zaman dahulu, buang air ditengah padang.
Lalu saya berjalan bersama Ummu Misthah, Umuu Misthah Binti Abu Ruhmin terbentur pada kainya. Lalu berkata: “ celaka Misthah” saya berkata kepadanya: “ Alangkah jeleknya perkataanmu, mengapa engkau mencaci maki laki-laki yang turut beserta dalam peperangan badar?” ia menjawab: “Hai! Tidakkah engkau tahu apa yang mereka katakan?  Lalu diceritakanya kepada saya berita bohong itu, maka bertambahlah penyakit saya, disamping sakit yang telah ada. Setelah saya kembali kerumah, Rasulullah Shollallahu ‘Alahi Wasallam masuk ketempat saya, lalu beliau memberi salam dan bertanya: “ bagaimana keadaanmu?” saya menjawab: “ Izinkanlah saya menemui ibu bapak saya”.
Aisyah berkata: “ ketika itu saya hendak meyakinkan kabar itu dari keduanya. Rasulullah Shollallahu ‘Alahi Wasallam mengizinkan saya, lalu saya datang menjumpai ibu bapak saya. Saya bertanya kepada ibu: “ apakah yang ramai dibicarakan orang banyak?” beliau menjawab: “ wahai anakku! Janganlah engkau pedulikan keadaan itu terhadap dirimu! Demi allah, sesungguhnya jaranglah perempuan cantik disamping laki-laki yang mengasihinya dan ia bermadu. Tentulah madunya akan memperbanyak cacian padanya. Saya berkata: “ subhanallah! Benarlah orang banyak membicarakan hal ini” ‘Aisyah berkata: “Malamnya saya tinggal disitu sampai pagi, air mataku mengalir tiada putus-putus, dan saya tidak bisa tidur.
Pada paginya Rasulullah Shollallahu ‘Alahi Wasallam memanggil ali bin abu thalib dan usamah bin zaid, ketika wahyu lambat turunya. Beliau bermusyauwarah dengan keduanya, mengenai perpisahan dengan istri beliau. Adapun usamah memberikan pandanganya kepada beliau  dengan nama allah yang mengetahui diri beliau tentang kasihnya terhadap mereka, usama berkata: “Tentang hal istri tuan hai Rasulullah! Tiada yang kami ketahui melainkan baik” ali bin abi thalib berkata: “ Wahai Rasulullah! Tuhan tiada akan menyulitkan tuan, perempuan yang lain masih banyak, tuan tanyakan barirah, dia akan berkata benar pada tuan.
Rasulullah Shollallahu ‘Alahi Wasallam memanggil barirah, lalu beliau bertanya: “ wahai barirah! Adakah engkau ketahui pada aisyah sesuatu yang mencurigakan engkau?” Barirah Menjawab: “ Tidak, demi Allah yang mengutus tuan dengan haq, tiada hamba ketahui padanya keadaan yang dapat hamba cela. Tapi ia hanya seorang yang muda usianya, ia tidur meninggalkan tepung yang dibasahi untuk membuat roti, dan binatang-bintang kecil datang memakannya.” Hari itu Rasulullah Shollallahu ‘Alahi Wasallam berdiri berkhutbah, beliau menyatakan kebertan  terhadap abdullah bin ubay bin salul.
Rasulullah Shollallahu ‘Alahi Wasallam Bersabda: “siapakah yang akan menolong saya terhadap laki-laki yang saya dengar mengganggu istri saya, demi allah, saya hanya mengetahui istri saya sebagai seorang yang baik. Dan mereka menyebut laki-laki yang menurut sepengetahuan saya orang baik, ia tiada pernah masuk kerumah istri saya selain dengan saya.”
Maka Sa’ad Bin Mu’az berdiri lalu berkata: “ wahai Rasulullah Shollallahu ‘Alahi Wasallam! Demi allah saya menolong tuan terhadapnya. Kalau ia dari golongan ‘Aus kami penggal lehernya. Kalau ia saudara kami dari golongan khazraj, perintahkanlah kepada kami supaya kami melakukan perintah tuan. Sa’ad bin ‘ubadah lalu berdiri, dia pemimpin khazraj sebelum itu dia seorang laki-laki yang baik tetapi ia didorong oleh rasa kesukuan ia berkata: “ Demi Allah engkau bohong, jangan engkau bunuh dia engkau tidak bisa membunuhnya.”
Usaid bin hudair berdiri pula dan berkata: “ demi allah engkau berbohong, sesungguhnya kami mesti membunuhnya. Sebenarnya engkau munafik, engkau membela orang-orang munafik.” Maka ributlah dua golongan ‘aus dan khazraj sehingga terjadi keributan hampir berbunuh-bunuhan dan Rasulullah Shollallahu ‘Alahi Wasallam sedang diatas mimbar, beliau segera turun lalu menenangkan mereka, sehingga mereka diam dan beliau diam pula.
Aisyah berkata: “ hari itu saya menagis, air mataku tiada putus-putusnya, dan saya tidak bisa tidur, pada hari itu ibu bapakku ada disisi saya, saya telah menangis sehari dua malam, sehingga saya kira tangisan itu membelah hati saya. Ketika keduanya duduk disisi saya dan saya menangis, tiba-tiba seorang perempuan anshar minta izin masuk lalu saya izinkan,  ia duduk menangis bersama saya.
Aisyah berkata: “ ketika kami dalam keadaan demikian tiba-tiba Rasulullah Shollallahu ‘Alahi Wasallam masuk lalu beliau duduk. Beliau tiada duduk disisi saya semenjak orang membicarakan saya. Selama satu bulan beliau tidak menerima wahyu mengenai keadaan saya,  ‘Aisyah: Berkata : “Nabi mengucapkan syahadat (asyhadu an laa ilaaha illallah wa asyhadu anna muhammadarrasulullah) kemudian beliau Bersabda: “ wahai aisyah! Saya telah mendapat berita tentang dirimu begini dan begitu, kalau engkau tiada bersalah (suci) maka Allah akan membebaskan engkau. Tetapi jika engkau berbuat dosa, maka memohonlah ampun pada Allah dan bertaubatlah kepadaNYA. Sesungguhnya seorang hamba jika mengakui dosanya kemudian ia bertaubat, maka Allah akan menerima taubatnya.”
Setelah Rasulullah Shollallahu ‘Alahi Wasallam Bersabda, keringlah air mata saya sampai tidak terasa setetespun, saya berkata kepada bapak saya: “ bapak, tolonglah jawab kepada Rasulullah”, beliau menjawab: “ saya tidak mengetahui apa yang akan saya katakan kepada rasulullah”.  Saya berkata kepada ibu: “ Ibu, tolonglah jawab kepada Rasulullah!”, beliau menjawab: “ saya tidak mengetahui apa yang akan saya katakan kepada rasulullah,” kata ‘Aisyah selanjutnya: “ saya seorang perempuan yang masih muda tiada banyak membaca Al-qur’an.”
Katanya: “ Demi Allah! Sesungguhnya saya mengetahui bahwa tuan telah mendengar apa yang diperbincangkan manusia dan masuk kedalam hati tuan,  dan tuanpun membenarkanya. Demi allah! Jika saya mengatakan kepada tuan, bahwa saya tidak bersalah (dan Allah mengetahui bahwa saya tidak bersalah) tuan juga tidak akan membenarkan saya Tentang itu. Demi Allah! Jika saya mengaku bersalah (sedang allah mengetahui bahwa saya tidak bersalah)  tentulah tuan akan membenarkannya. Tidaklah saya mendapatkan perumpamaan  antara saya dan tuan melainkan ketika bapak Yusuf berkata: hanyalah sabar yang lebih indah! Dan allah tempat meminta tolong terhadap apa yang kamu terangkan.”
Saya pindah ketikar tempat tidur saya, sambil mengarapkan dibebaskan (disucikan) tuhan saya kiranya. Tetapi demi allah, saya tidak mengira bahwa wahyu diturunkan mengenai keadaan saya. Saya sendiri merasa terlalu kecil untuk disebutkan keadaan saya didalam al-qu’an. Hanya saya mengharapkan semoga Rasulullah Shollallahu ‘Alahi Wasallam akan melihat (bermimpi) waktu ia tidur bahwa allah membebaskan saya (menyatakan tiada bersalah). Demi Allah sebelum beliau hendak pergi kemajlis beliau, dan belum seorangpun dari isi rumah yang keluar, maka diturunkanlah wahyu kepada beliau, beliau merasa capek sehingga keringat beliau bercucuran bagai mutiara, pada hal waktu itu musim dingin.
Setelah wahyu kepada Rasulullah Shollallahu ‘Alahi Wasallam selesai, beliau tertawa. perkataan pertama yang beliau katakan, dihadapkan kepada saya : Wahai aisyah! Pujilah allah, sesungguhnya allah telah membebaskan engkau (menyatakan tiada bersalah)”.  ibu berkata kepada saya: “ berdirilah engkau menghadap Rasulullah Shollallahu ‘Alahi Wasallam! Saya menjawab: “ tidak, demi allah saya tidak akan berdiri menghadap beliau,  dan tiada yang akan saya puji melainkan Allah!” Allah yang maha tinggi telah menurunkan Ayat yang Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar. Mengapa di waktu kamu mendengar berita bohon itu orang-orang mukminin dan mukminat tidak bersangka baik terhadap diri mereka sendiri, dan (mengapa tidak) berkata: "Ini adalah suatu berita bohong yang nyata." ( Q.S An-nur : 11-12)
Setelah Allah menurunkan ayat tentang kesucian saya, abu bakar as-shiddiq yang membelanjai misthah bin asasah karena kerabatnya, berkata: demi allah! Untuk selamanya saya tidak akan membelanjakan misthah sedikitpun, setelah ia membicarakan tentang aisyah. “ Allah maha tinggi, lalu menurunkan ayat,  yang artinya: Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka mema'afkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ( Q.S An-nur : 22)
Kemudian Abu Bakar Berkata: “demi Allah! Sesungguhnya saya suka bahwa allah akan mengampuni saya.” Lalu ia kembali membelanjai misthah seperti dulu. Dan rasulullah menanyakan kepada Zainab Binti Jahsy tentang keadaanku, nabi bertanya: “ apakah yang engkau ketahui tentang apa yang engkau lihat? “ Zainab Menjawab: “  wahai Rasulullah! Saya menjaga pendengaran dan penglihatan saya. Demi Allah, saya tidak mengetahui dirinya melainkan baik”. Aisyah berkata: “ dan dia (zainab) yang menyamai saya, maka allah memeliharanya dengan wara’.
     Wahai orang-orang-yang beriman! Sungguh ini adalah kisah yang sangat panjang, terjadi pada keluarga Rasulullah Shollallahu ‘Alahi Wasallam dalam waktu yang begitu panjang. Yang membuat hati Rasulullah Shollallahu ‘Alahi Wasallam , kekasihnya yang tercinta, dan sahabatnya yang setia serta orang-orang yang beriman merasa sedih dan sakit dalam waktu yang cukup panjang.
            Begitulah keadaan orang-orang munafik, sampai terhadap Rasulullah Shollallahu ‘Alahi Wasallam pun mereka tidak segan-segan untuk melakukan fitnah dan adu domba. Mukmin manakah yang menerima perlakukan mereka itu terhadap Rasulullah Shollallahu ‘Alahi Wasallam dan keluarga beliau yang sangat beliau cinta??? Demi jiwaku yang ada ditangan Allah yang maha kuasa, aku akan berkata: “ sungguh benar apa yang dikatakan Allah dalam firmanya :
{ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الْأَسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرا }
Artinya: Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka.( Q.S An-nisa’ : 145)
            Itu dikarenakan mereka selalu menentang Allah dan rasulnya, menghalangi dakwah islam. Mereka berteriak “ saya mu’min” tapi perkataan dan perbuatanya tidak berbeda dengan orang-orang Kafir, mempermainkan ayat-ayat al-quran, mempermainkan orang-orang yang beriman. Sungguh mereka lebih bahaya dari pada orang kafir. Mereka mengadu domba antara kaum kafir dengan orang orang-orang beriman sebagaimana Allah Subuhanahu Wata’ala Berfirman:
{وَإِذَا لَقُوا الَّذِينَ آمَنُوا قَالُوا آمَنَّا وَإِذَا خَلَوْا إِلَى شَيَاطِينِهِمْ قَالُوا إِنَّا مَعَكُمْ إِنَّمَا نَحْنُ مُسْتَهْزِئُونَ اللَّهُ يَسْتَهْزِئُ بِهِمْ وَيَمُدُّهُمْ فِي طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُونَ}
Artinya: Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: "Kami telah beriman." Dan bila mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka, mereka mengatakan: "Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok." Allah akan (membalas) olok-olokan mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan mereka. (Q.S Al-Baqarah : 14-15)
            Termasuk dalam pembahasan ini adalah orang yang menukil perkataan Rasulullah Shollallahu ‘Alaihi Wasallam, asal menukil padahal itu bukan dari perkataan Rasulullah. Dan hati-hatilah wahai hamba allah akan ancaman dan bahaya bagi orang yang berbohong atas nama  Rasulullah Shollallahu ‘Alaihi Wasallam. Orang yang berbohong atas nama Rasulullah Shollallahu ‘Alaihi Wasallam dosanya lebih besar dari berbohong kepada yang lain. Rasulullah Shollallahu ‘Alaihi Wasallam Bersabda:
عَنْ الْمُغِيرَةِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ :« إِنَّ كَذِبًا عَلَيَّ لَيْسَ كَكَذِبٍ عَلَى أَحَدٍ مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّار»ِ
Artinya: Dari Al-Mughirah Radhiyallahu ‘Anhu ia berkata, aku mendengar Nabi Shollallahu ‘Alaihi Wasallam Bersabda: Sesungguhnya bohong kepadaku tidak seperti bohong kepada yang lain, barang siap yang berbohong kepadaku dengan sengaja maka siap-siaplah tempat duduknya adalah neraka. (H.R Bukhari)
            Karena sekarang berapa banyak yang mengatakan ini adalah perkataan rasulullah, padahal itu perkataan dari hawa nafsu dia. Hanya agar diterima perkataannya, wal ‘iyadzu billah…nas’alullah salamatan wal ‘afiyah.
            Termasuk dalam pembahasan ini juga adalah orang-orang yang mematai-matai orang-orang mukmin. Allah Subuhanahu Wata’ala berfirman:
{ وَلا تَجَسَّسُوا وَلا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضاً أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتاً فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ}
Artinya: Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. (Q.S al-Hujrat: 12)
Termasuk dalam pembahasan ini juga adalah orang yang menggibah dan berkata tanpa ilmu terhadap ulama Allah..wahai hamba Allah! Ingatlah bahwa daging para ulama adalah racun
« مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَطْلُبُ فِيهِ عِلْمًا سَلَكَ اللَّهُ بِهِ طَرِيقًا مِنْ طُرُقِ الْجَنَّةِ وَإِنَّ الْمَلاَئِكَةَ لَتَضَعُ أَجْنِحَتَهَا رِضًا لِطَالِبِ الْعِلْمِ وَإِنَّ الْعَالِمَ لَيَسْتَغْفِرُ لَهُ مَنْ فِى السَّمَوَاتِ وَمَنْ فِى الأَرْضِ وَالْحِيتَانُ فِى جَوْفِ الْمَاءِ وَإِنَّ فَضْلَ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ عَلَى سَائِرِ الْكَوَاكِبِ وَإِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الأَنْبِيَاءِ وَإِنَّ الأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلاَ دِرْهَمًا وَرَّثُوا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ ».
Artinya: barang siap yang menempuh jalan untuk mencari ilmu maka Allah akan mebukakan jalan untuknya kesurga. Dan sesungguhnya malaikat-malaikat akan membentangkan sayapnya untuk orang yang menuntu ilmu karena ia ridho terhadap apa yang dicarinya. Dan sesungguhnya orang-orang yang berilmu akan dimintakan ampun oleh makhluk-makhluk Allah yang ada di langit dan bumi. Bahkan oleh ikan hut yang ada di dalam air. Dan sesungguhnya keutamaan orang yang berilmu  terhadap seorang yang ibadah adalah seperti keutamaan bulan dimalam purnama terhadap seluruh bintang-bintang. Dan sesungguhnya ulama adalah pewaris para Nabi, para nabi tidak mewariskan dinal dan tidak juga dirham. Mereka mewariskan ilmu, barang  siapa yang mengambilnya maka sungguh ia telah mengambil satu kekayaan. ( H.R Bukhari)
            Bagaimana mungkin anda menggibah para ulama Allah dan pewaris para Nabi padahal mereka adalah makhluk Allah yang mulia. Sungguh kedzoliman yang sangat besar bila seorang menukil sana menukil sini dari perkataan yang sangat jelek tentang ulama. Mengatakan mereka khawarij atau takfiri atau istilah-istilah buruk lagi hina. Dan itu tidak pantas keluar dari mulut orang yang beriman. Hendaklah seorang yang mendapatkan fitnah-fitnah seperti itu untuk mengecek secara jujur akan kebenaran dari berita-berita seperti itu, agar ia tidak menjadi hina dihadapan Allah hanya karena ia menukil satu perkataan yang mengandung gibah terhadap ulama Allah dan menyebarkan gibah itu sehingga menjadilah dosa jariyyah.
            Hati-hatilah wahai hamba allah terhadap hal-hal seperti ini, jika ternyata itu salah maka sungguh anda terlah menjadi orang yang sangat rugi. Andapun akan termasuk dalam memakan daging ulama, dan dosa itupun akan menjadi dosa jariyyah yang dosanya akan terus mengalir dikarenakan berita itu akan tersebar dari mulut kemulut. Rasulullah Shollallahu ‘Alaihi Wasallam Bersabda:
« مَنْ سَنَّ فِى الإِسْلاَمِ سُنَّةً حَسَنَةً فَعُمِلَ بِهَا بَعْدَهُ كُتِبَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا وَلاَ يَنْقُصُ مِنْ أُجُورِهِمْ شَىْءٌ وَمَنْ سَنَّ فِى الإِسْلاَمِ سُنَّةً سَيِّئَةً فَعُمِلَ بِهَا بَعْدَهُ كُتِبَ عَلَيْهِ مِثْلُ وِزْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا وَلاَ يَنْقُصُ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَىْءٌ ».
Artinya: barang siapa didalam islam menghidupkan satu sunnah yang baik kemudian sunnah itu diamalkan oleh orang yang sesudahnya maka akan ditulis baginya kebaikan dari setiap orang yang mengamalkan sunnah itu tanpa mengurangi pahala orang yang mengamalkan sunnah itu  sedikitpun. Dan barang siapa yang menhidupkan satu kejelekan didalam Islam kemudian kejelekan itu diamalkan oleh orang yang sesudahnya maka ia akan mendapatkan dosa dari setiap orang yang melakukan kejelekan itu tanpa mengurangi dosa orang yang melakukan kejelekan itu sedikitpun. ( H.R Muslim)
            Termasuk dalam pembahasan ini juga adalah orang yang menukil informasi tentang Mujahidin, kemudian menyebarkan informasi yang tidak jelas itu kepada masyarakat islam atau yang lainya. Yang berakibat fitnah bagi mujahid-mujahid allah, dan ini banyak terjadi dizaman sekarang. Menjelek-jelekkan Mujahidin dan melemparnya dengan ungakapan-ungapan atau kalimat-kalim jelek mereka yang itu tidak pantas untuk diucapkan oleh orang yang mengatakan dirinya “ Saya Muslim atau Saya Mukmin”.  Bagaimana mungkin mengatakan bahwa Mujahid adalah teroris, mujahid adalah perusak, Mujahid adalah drakula yang kehausan darah? Kenapa istilah-istilah itu tidak mereka katakan kepada musuh-musuh Allah laknatullah itu? Kenapa mereka mengatakan itu kepada Mujahidin? Sungguh itu adalah fitnah dan bentuk adu domba terhadap kaum muslimin. Na’udzubillahi min dzalik. Takutlah pada Allah wahai kaum muslimin! Apa sebenarnya yang kalian inginkan? Apakah kalian akan menunggu untuk mendapatkan giliran dari siksaa-siksaan orang-orang kafir dan munafik itu baru  kalian berkata : mana Mujahidin??? Sungguh itu semua adalah kedustaan yang hina. Bagai mana tidak, ketika allah mengatakan mereka adalah Mujahid kalian mengatakan mereka adalah teroris. Ketika Allah mengatakan mereka adalah tentara-tentara Allah, kalian mengatakan mereka adalah drakula yang tak berprikemanusiaan.ketika allah mengatakan mereka meninggikan agama Allah, kalian mengatakan mereka adalah perusak...wal-’iyadzu billah.
            Termasuk dalam pembahasan ini juga adalah orang yang mengangkat nama-nama mujahid dan ulama kepada hukkam, sehingga karena itu menjadikan hukkam berbuat dzolim pada mereka ..wal-’iyadzu billah.
عَنْ هَمَّامِ بْنِ الْحَارِثِ قَالَ كَانَ رَجُلٌ يَنْقُلُ الْحَدِيثَ إِلَى الأَمِيرِ فَكُنَّا جُلُوسًا فِى الْمَسْجِدِ فَقَالَ الْقَوْمُ هَذَا مِمَّنْ يَنْقُلُ الْحَدِيثَ إِلَى الأَمِيرِ. قَالَ فَجَاءَ حَتَّى جَلَسَ إِلَيْنَا. فَقَالَ حُذَيْفَةُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَتَّاتٌ ».
Artinya: Dari hammam ia berkata: “Seorang laki-laki Melapor satu berita kepada Pemimpin. Kami sedang duduk didalam masjid, lalu berkatalah seorang: “ dari kaum ini ada yang membawa berita kepada pemimpin, ia berkata: maka datanglah orang yang suka mengankat berita ke hakim itu dan duduk bersama kami kemudian hudzaifah berkata:” Rasulullah Shollallahu ‘Alaihi Wasallam Bersabda: “Tidak akan Masuk surga orang yang Membawa fitnah” (H.R
            Kami katakan, wahai kaum muslimin! Jangan pernah terpengaruh oleh informasi-informasi yang
menukil berita-berita bohong seperti ini, tidaklah mereka menginginkanmu kecuali kehancuran, mereka menukil berita dusta untuk mengadu domba kaum muslimin, membuat fitnah untuk menghancurkan Islam. Hati-hati dan hati-hatilah. Kembali saya ingatkan dengan Firman Allah Subuhanahu Wata’ala:
{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَأٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْماً بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ}
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. (Q.S Al-hujran : 6)
            Pembahasan terakhir dari tulisan ini adalah, babagimana cara menyikapi berita dusta yang mengandung adu domba lagi fitnah??? Maka jawabanya adalah:
1. Jangan langsung percaya dengan   berita-berita itu
2. Mengecek kembali akan akurat dan  kebenaran berita itu
3. Jangan menerima dan mempecayai berita yang dibawa oleh orang-orang fasik dan pendosa.
4. Jangan pernah menaruh rasa buruk sangka terhadap orang yang diberitakan kepada anda
5. Jangan pernah menukil dan menye   barkan berita bohong itu.
     Itulah manhaj kita wahai hamba Allah dalam menyikapi satu berita. Kehati-hatian adalah sangat diperlukan. Ketelitian dan kecerdasan dalam menyikapi semua ini adalah yang kita inginkan. Kita tidak gegabah dalam menghadapi satu berita. Menjaga persangkaan kita agar tidak jatuh dalam buruk sangka, pada aslinya hukum seorang muslim adalah adil lagi jujur kecuali telah jelas bukti kefasikan dan kemunafikanya.
Mari kita renungi jawaban penghuni neraka ketika ditanya oleh penghuni surga. Allah Subuhanahu Wata’ala Berfirman:
 مَا سَلَكَكُمْ فِي سَقَرٍ*قَالُوا لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّينَ*  وَلَمْ نَكُ نُطْعِمُ الْمِسْكِينَ  *وَكُنَّا نَخُوضُ مَعَ الْخَائِضِينَ* وَكُنَّا نُكَذِّبُ بِيَوْمِ الدِّينِ *وَكُنَّا نَخُوضُ مَعَ الْخَائِضِينَ* وَكُنَّا نُكَذِّبُ بِيَوْمِ الدِّينِ
Artinya: "Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?" Mereka menjawab: "Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat, dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin, dan adalah kami membicarakan yang ” (Q.S Al-Muddatsir: 42-45)
            Akhir kata, semoga Allah Subuhanahu Wata’ala melindungi kita dari seifat yang sangat jelek ini, dan melindungi kita dari bahaya fitah dan adu domba.
وآخر دعوانا ولحمد لله رب العلمين!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar