Sabtu, 14 Juli 2012

MENGHIDUPKAN SUNNAH DITENGAH-TENGAH ZAMAN FITNAH

Islam adalah Agama yang mulia disisi Allah menda’wahkanya adalah kewajiban bagi kita. Agama yang mulia yang ini dibawa oleh Rasul Allah yang mulia. Dan beliau adalah penutup para Nabi. Ini ditunjukkan oleh dalil-dalil yang kuat baik dari Al-Qur’an, As-Sunnah Maupun Ijma’ Para Sahabat Dan Ulama Salafussholeh.
Adapun Dalil Dari Al-Qur’an adalah Firman Allah Subuhanahu Wata’ala:
{مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِنْ رِجَالِكُمْ وَلَكِنْ رَسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيماً}
Artinya: “Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu. tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup  Para Nabi. Dan Allah adalah Maha Mengetahui segala sesuatu”.
(Q.S Al-Ahzab :40)
Dalil Dari Hadits adalah:
 Rasullullah Shollallahu ‘Alaihi Wasallam Bersabda:
عَنْ سَعْدِ بْنِ أَبِى وَقَّاصٍ قَالَ خَلَّفَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَلِىَّ بْنَ أَبِى طَالِبٍ فِى غَزْوَةِ تَبُوكَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ تُخَلِّفُنِى فِى النِّسَاءِ وَالْصِّبْيَانِ؟ فَقَالَ « أَمَا تَرْضَى أَنْ تَكُونَ مِنِّى بِمَنْزِلَةِ هَارُونَ مِنْ مُوسَى غَيْرَ أَنَّهُ لاَ نَبِىَّ بَعْدِى ».
Artinya: dari sa’ad bin abi waqqas ia berkata: “ Rasulullah Shollallahu ‘Alaihi Wasallam menempatkan Ali Bin Abi Tholib di Madinah ketika perang tabuk, kemudian ali bin abi tholib berkata: “Wahai Rasulullah! Baginda menempatkan aku pada perempuan dan anak-anak?”. Rasulullah Shollallahu ‘Alaihi Wasallam Menjawab: “ apakah engkau tidak rela berada disisiku seperti posisi harun terhadap musa, Yang sesungguhnya tidak ada Nabi setelahku?”.(H.R Muslim, Hadits Nomor 2404)
Juga Sabda Rasullullah Shollallahu ‘Alaihi Wasallam:
وَكَانَ النَّبِيُّ يُبْعَثُ إِلَى قَوْمِهِ خَاصَّةً وَبُعِثْتُ إِلَى النَّاسِ عَامَّةً
Artinya: Dan adalah Nabi diutus Allah khusus kepada kaumnya saja, sedangkan aku diutus Allah kepada seluruh manusia ”. (H.R Bukhari)
Kedua hadits ini menunjukkan bahwa tidak ada Nabi setelah Rasullullah Shollallahu ‘Alaihi Wasallam, dan beliau adalah penutup para Nabi.
Dari Dari Ijma’ Para Sahabat adalah:
وَإِنَّمَا أَخَافُ عَلَى أُمَّتِى الأَئِمَّةَ الْمُضِلِّينَ وَإِذَا وُضِعَ السَّيْفُ فِى أُمَّتِى لَمْ يُرْفَعْ عَنْهَا إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَلاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَلْحَقَ قَبَائِلُ مِنْ أُمَّتِى بِالْمُشْرِكِينَ وَحَتَّى تَعْبُدَ قَبَائِلُ مِنْ أُمَّتِى الأَوْثَانَ وَإِنَّهُ سَيَكُونُ فِى أُمَّتِى كَذَّابُونَ ثَلاَثُونَ كُلُّهُمْ يَزْعُمُ أَنَّهُ نَبِىٌّ وَأَنَا خَاتَمُ النَّبِيِّينَ لاَ نَبِىَّ بَعْدِى وَلاَ تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِى عَلَى الْحَقِّ  ظَاهِرِينَ لاَ يَضُرُّهُمْ مَنْ خَالَفَهُمْ حَتَّى يَأْتِىَ أَمْرُ اللَّهِ ».
Artinya: Sesungguhnya aku hanya takut kepada umatku  lahir pemimpin-pemimpin yang menyesatkan, dan apabila pedang telah diletakkan didalam umatku tidak akan diangkat sampai hari kiamat. Dan tidak akan terjadi hari kiamat sampai datang beberapa kelompok dari ummatku dengan orang-orang musyrik  dan sampai beberapa kelompok dari ummatku menyembah patung-patung. Dan sesungguhnya akan lahir dari ummatku tiga puluh pendusta dan mereka semuanya mengatakan dirinya adalah Nabi. Dan saya adalah penutup para Nabi, tidak ada Nabi setelahku. Dan tidak akan hilang satu kelompok dari umatku yang memperjuangkan kebenaran, dan mereka selalu berada diatas kebenaran itu, mereka tidak takut terhadap orang yang menentang mereka sampai datang ketentuan
Allah”.(H.R Abu Daud, Hadits Nomor 4254)
Oleh karena itulah ketika Musaimah Al Kazzab mengaku dirinya sebagai Nabi setelah Rasulullah langsung diperangi oleh Abu Bakar dan Para Sahabat Rasulullah Shollallahu ‘Alaihi Wasallam. Karena ia ingkar terhadap Ayat Allah dan perkataan Rasululullah yang mengatakan bahwa tidak ada Nabi setelah Nabi Muhammad Shollallahu ‘Alaihi Wasallam. dan siapapun yang mengaku dirinya Nabi maka wajib diperangi.
Dalil Dari Ijma’ Para Ulama Shalafussholeh adalah:
Para ulama sepakat. Barang siapa yang mengaku dirinya Nabi  setelah Nabi Muhammad Shollallahu Alaihi Wasallam maka ia kafir murtad, dan wajib dibunuh atau diperangi. Dengan berdalilkan ayat dan hadits-hadits diatas.
Akan tetapi wahai kaum muslimin! Apa yang dikabarkan Rasul kita adalah betul terjadinya. Lahirnya Nabi-nabi palsu dan Pemimpin-pemimpin yang menyesatkan ummat telah terjadi dengan nyata. Sehingga itu semua menjadi fitnah bagi ummat  Rasulullah Shollallau ‘Alaihi wasallam. tidak sedikit manusia yang terpengaruh dengan da’wah mereka. Seperti yang terjadi zaman sekarang, pemimpin-pemimpin thoghut selalu menda’wahkan hukum demokrasi sesat atau yang serupa dengan itu. Dengan segala cara mereka sesatkan manusia dalam hal ini. mulai dari cara yang paling halus sampai kepada cara yang paling keras, bahkan tidak segan-segan mereka membuat aturan khusus untuk orang-orang yang menolak hukum demokrasi. Seperti halnya mereka menfitah orang-orang yang menolak hukum itu dengan sebutan-sebutan hina lagi buruk. Sungguh ini adalah musibah yang sangat besar yang menimpa kaum muslimin dizaman fitnah ini.
Hati Mu’min mana yang tidak sedih melihat relita seperti ini. dan lebih menyedihkanya lagi adalah kurangnya pengetahuan keislaman masyarakat kita. Sehingga mereka mudah dipengaruhi, mereka mudah percaya dengan istilah-istilah para thoghut untuk kaum muslimin yang berpegang teguh pada agama mereka. Belum lagi peraturan-peraturan para pemimpin yang menyesatkan ummat itu di dukung dan disambut hangat oleh ulama-ulama mereka melalui fatwah-fatwah yang na’udzubillah min dzalik…wal’iyadzubillah wanas’alullah salaamatan wal-‘aafiyah.
Akibat dari pemimpin-pemimpin dan ulama-ulama yang menyesatkan itu adalah
Hilangnya Syari’at Allah Subuhanahu Wata’ala kemudian diganti dengan hukum sampah lagi hina yang berasal dari hawa nafsu syetan mereka, kemudian mereka berhukum dengan hukum itu terhadap hamba Allah. Allah Subuhanahu Wata’ala berfirman:
{أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ يَزْعُمُونَ أَنَّهُمْ آمَنُوا بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ يُرِيدُونَ أَنْ يَتَحَاكَمُوا إِلَى الطَّاغُوتِ وَقَدْ أُمِرُوا أَنْ يَكْفُرُوا بِهِ وَيُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُضِلَّهُمْ ضَلالاً بَعِيداً}
Artinya: Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu ? Mereka hendak berhakim kepada thaghut,  padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya. (Q.S An-nisa’: 60)
Mereka merubah hukum Allah padahal Allah Telah Berfirman:
{أَفَغَيْرَ اللَّهِ أَبْتَغِي حَكَماً وَهُوَ الَّذِي أَنْزَلَ إِلَيْكُمُ الْكِتَابَ مُفَصَّلاً وَالَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَعْلَمُونَ أَنَّهُ مُنَزَّلٌ مِنْ رَبِّكَ بِالْحَقِّ فَلا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِينَ}
Artinya: Maka patutkah aku mencari hakim selain daripada Allah, padahal Dialah yang telah menurunkan kitab (Al Quran) kepadamu dengan terperinci? Orang-orang yang telah Kami datangkan kitab kepada mereka, mereka mengetahui bahwa Al Quran itu diturunkan dari Tuhanmu dengan sebenarnya. Maka janganlah kamu sekali-kali termasuk orang yang ragu-ragu. (Q.S Al-An’am: 114)
Semakin merajalelanya kemaksiatan baik itu Perzinahan, Pencurian, Riba, Dan Bentuk-bentuk Maksiat Lainya.
Sempitnya Wilayah Da’wah karena dibatasi oleh pemimpin-pemimpin dzolim itu yang berakibat sedikitnya Amal Ma’ruf Nahi Munkar. Bahkan mereka dengan terang-terangan menghalang-halangi Da’wah Islam, menagkap para ulama, mendzoliminya bahkan membunuhnya. sungguh mereka adalah munafik. Bagaimana tidak, mereka selalu menghalangi Da’wah Islam sebaliknya menyuruh untuk melakukan kemungkaran dengan melegalisasikan kemaksiatan-kemaksian yang seharusnya semua itu tidak boleh bagi seorang yang mengaku dirinya muslim untuk melakukan hal itu. Maka betul apa yang dikatakan Allah Subuhanahu Wata’ala dalam firmanya:
{الْمُنَافِقُونَ وَالْمُنَافِقَاتُ بَعْضُهُمْ مِنْ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمُنْكَرِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمَعْرُوفِ وَيَقْبِضُونَ أَيْدِيَهُمْ نَسُوا اللَّهَ فَنَسِيَهُمْ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ هُمُ الْفَاسِقُونَ وَعَدَ اللَّهُ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْكُفَّارَ نَارَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا هِيَ حَسْبُهُمْ وَلَعَنَهُمُ اللَّهُ وَلَهُمْ عَذَابٌ مُقِيمٌ}
Artinya: Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan. sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang munkar dan melarang berbuat yang ma'ruf dan mereka menggenggamkan tangannya. Mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah orang-orang yang fasik. Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya. Cukuplah neraka itu bagi mereka, dan Allah mela'nati mereka, dan bagi mereka azab yang kekal. (Q.S At-taubah: 67-68)
Itulah sifat orang-orang kafir dan munafik. Mereka selalu saling menghimbau antara mereka untuk menghalangi Hamba Allah mendakwahkan Islam ini. mereka sangat keras terhadap orang-orang yang beriman. maka wajar  jika Allah menjanjikan mereka neraka jahannam. Dikarenakan mereka selalu memusuhi Ulama-ulama Allah dan memerangi Syariat dan Hukum-hukum Allah. Wal-‘iyadzu billah.
Oleh karena itu Wahai Kaum Muslimin! dizaman yang penuh dengan fitnah ini, mari kita selalu mendakwahkan Islam apapun tantangan dan siapapun yang mengahalangi kita. Dengan banyaknya Syariat Islam yang telah dihilangkan orang-orang munafik maka kewajiban kita untuk menampakkan kembali Syariat-syariat Allah dan Sunnah-sunnah Rasulullah itu, dengan cara Amar Ma’ruf Nahi Mungkar. Allah Subuhanahu Wata’ala Berfirman:
{وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُولَئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ وَعَدَ اللَّهُ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَمَسَاكِنَ طَيِّبَةً فِي جَنَّاتِ عَدْنٍ وَرِضْوَانٌ مِنَ اللَّهِ أَكْبَرُ ذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ}
Artinya: Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin, lelaki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga 'Adn. Dan keridhaan Allah adalah lebih besar; itu adalah keberuntungan yang besar. (.Q.S At-taubah: 71-72)
Mereka menafikan jihad tholab bahkan jihad difa’ pun mereka tiadakan dengan berdalil bahwa zaman sekarang tidak ada jihad, itu semua mereka berhujjah dengan dalil-dalil yang sama sekali tidak masuk akal dan tidak dibenarkan oleh Syari’at Islam. Karena itulah Ummat Islam sekarang berada dibawah kehinaan orang-orang kafir. Apa yang terjadi dizaman sekarang seperti yang digambarkan Rasul kita dalam haditsnya:
عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « يُوشِكُ الأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا ». فَقَالَ قَائِلٌ وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ قَالَ « بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ وَلَيَنْزِعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمُ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِى قُلُوبِكُمُ الْوَهَنَ ». فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْوَهَنُ قَالَ « حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ ».
Artinya : Dari Tsauban ia berkata: Rasulullah Shollallahu ‘Alaihi Wasallam Bersabda: “ Akan datang satu ummat yang akan mengerumuni kalian seperti mereka menerumuni makanannya didalam satu wadah“. maka seorang bertanya kepada Rasulullah, apakah jumlah kami sedikit pada hari itu? Rasulullah Menjawab: “ bahkan jumlah kalian pada hari itu adalah banyak, akan tetapi kalian semua buih, bagaikan buih di air bah. Dan Allah sungguh telah mencabut dalam dada musuh-musuh kalian rasa takut terhadap kalian dan sungguh Allah telah melemparkan dalam hati kalian penyakin Al-Wahn”. Maka seorang bertanya kepada Rasulullah: apakah Al-Wahn itu wahai Rasulullah! Rasulullah Menjawab : Al-Wahn adalah mencintai dunia dan benci dengan kematian”.(H.R Abu Daud, Hadits Nomor 4297)
Semoga kita semua orang yang dikecualikan allah dalam hal ini, karena jika kita masuk kedalamnya maka sungguh kita akan jadi orang yang rugi…na’udzu billah, nas’alullah salaamatan wal-‘afiyah.
Orang-orang-kafir lagi munafik  semakin leluasa dan mudah untuk menjalankan misi-misi mereka yaitu memurtadkan kaum muslimin. Dan lebih ajibnya lagi adalah mereka melakukan semua itu dengan penuh aman, seakan-akan dilindungi. Dan mereka betul dilindungi yaitu dilindungi oleh peraturan-peraturan thogut lagi nista dengan alasan kebebasan beragama, kebebebasan berpikiran, tidak ada paksaan dalam agama, dan alasan-alasan busuk lainya. Na’udzubillah
Maka jangan heran jika anda melihat orang-orang barat lagi kafir datang dengan mobil-mobil bagus ketempat-tempat kaum muslimin dengan alasan pertama membantu kemudian mengajak mereka untuk masuk agama mereka. Maka akibat dari semua ini adalah banyaknya umat islam yang murtad.
Wahai Kaum Muslimin! Bagaimanapun juga ganasnya zaman sekarang karena dipenuhi oleh berbagai bentuk kesyirikan dan kemaksiatan maka disanapun ada sunnatullah yang wajib untuk ada yaitu lahirnya ulama-ulama allah yang selalu mendakwahkan islam yang murni dan sabar serta tidk takut terhadap siapapun yang menentangnya. Itulah mereka yang disebut Rasulullah Dalam Haditsnya:
« إِنَّ اللَّهَ يَبْعَثُ لِهَذِهِ الْأُمَّةِ عَلَى رَأْسِ كُلِّ مِائَةِ سَنَةٍ مَنْ يُجَدِّدُ لَهَا دِينَهَا»
Artinya: “ Sesungguhnya Allah akan mengutus dari umat ini disetiap seratus tahun orang yang akan memperbaharui agamanya”. (H.R Abu Daud, Hadits nomor 4291)
Abu Ahmad Berkata, Muhammad Bin Ali Bin Husain Berkata, Saya mendengar para sahabat kami berkata: pembaharui yang seratus tahun pertama adalah Umar Bin Abdul Aziz dan yang seratus tahun ke-dua adalah Muhammad Bin Idris Asy-Syafi’i.
Syekh Ahmad Berkata:  dan kami meriwayakan dari Ahmad Bin Hambal sesungguhnya ia berkata: Umar Bin Abdul Aziz adalah diseratus tahun pertama dan aku berharap Asy-Syafi’i diseratus tahun selanjutnya. (Disebutkan  Al-Baihaqi Dalam Kitabnya Ma’rifatussunan wal aatsaar)
Mujaddid adalah orang yang memperbaharui Islam yang telah dirusak oleh manusia, menghidupkan Sunnah-sunnah Rasulullah yang telah lama mati dan dilupakan manusia, menjelaskan kebenaran yang hakiki dari al-qur’an dan as-sunnah kepada ummat, menda’wahkan dan mengamalkan sunnah-sunnah itu. Melawan bid’ah-bid’ah yang telah tersebar bahkan telah dianggap adat dan sunnah oleh manusia.
Begitulah yang dilakukan oleh Abu Bakar Assiddiq, Umar Bin Abdul ‘Aziz, Iman Asy-Syafi’i, Imam Ahmad Bin Hambal, Sholehuddin Al-Ayuby, Muhammad Al-fathih, Muhammad Bin Abdul Wahab, Ibnu Taimiyyah Dan Begitupun Yang Dilakukan Oleh Osama Bin Laden.
Osama Bin Laden Rahimahullah Dan Hafidzohullah adalah salah satu mujaddid dizaman yang penuh dengan thogut ini. dikala manusia menta’thil jihad dengan mengatakan bahwa jihad tholab tidak ada bahkan mereka mengatakan dan menafikan sama sekali adanya jihad, maka beliau datang dan meneriakkan dengan suara yang keras disetiap saat,  bahwa jihad akan tetap ada sampai hari kiamat. Lebih-lebih pada zaman yang penuh dengan syirik ini. yaitu jihad melawan-orang-orang kafir dan munafik yang dulu mereka dipimpin oleh josh bush laknatullah yang kemudian sekarang diganti oleh obama si iblis terlaknat.
Tidakkah  anda melihat dan menyaksikan dizaman fitnah ini, hampir semua pemimpin-pemimpin Thogut mengatakan jihad adalah bentuk teror dan mujahid adalah teroris, dan juga tidak ketinggalan Ulama-ulama thoghut yang menjual fatwahnya dengan dinar dan dirham, na’udzu billah. Mereka terus memerangi Mujahid-mujahid Allah dengan fatwah-fatwah murahan mereka. Mereka mengatakan mujahid adalah drakula yang kehausan darah padahal Allah menyaksikan mereka adalah Mujahid-mujahid Allah. Mereka mengatakan mujahid adalah perusak dan pembunuh nyawa yang tidak bersalah padahal Allah menyaksikan para mujahid adalah tentara-tentara Allah dibumi yang selalu berjuang melawan kesyirikan. Dari manakah mereka mendapatkan perkataan-perkataan itu? Kalau memang mereka menafikan jihad lalu menurut mereka cara untuk menghancurkan syirik-syirik itu dengan cara apa???, semoga allah melindungi kita dari fatwah-fatwah yang hina itu…!!!
Lalu datang Mujaddid, Mujahid, Mu’allim Abu Abdullah bin Laden membantah pempimpin-pemimpin dan ulama-ulama yang menyesatkan umat itu dengan terus berjuang untuk mendakwahkan dan mengamalkan kalimat jihad. Dan cukup menggentarkan dunia-dunia kafir. Dan beratsar bagi pemuda-pemuda Islam yang berujung pada menghidupkan Sunnah Rasaulullah (jihad) yang hampir disemua benak ummat seakan-akan telah hilang.
Wahai kaum muslimin! Ingatkah anda dengan sebuah kisah, itulah kisah yang tidak akan terhapus sampai hari kiamat. Ketika Imam Ahlussunnah Imam Ahmad  Rahimahullah Ta’ala dipenjara ketika Fitnah Al-Qur’an Adalah Makhluk. Didalam penjara terdapat Ahlu maksiat yang bermacam-macam bentuknya. Ada yang dipenjara karena minum khamar, juga ada yang dipenjara karena mencuri dan sebagainya. Lalu datanglah kepada Imam Ahmad seorang dan berkata: saya sabar terhadap cambukan padahal saya adalah dipenjara karena mencuri, sedangkan imam dipenjara karena mengatakan kebenaran, dan sabarlah terhadap cambukan itu. Imam Ahmad teratsar dengan perkataan pencuri itu. Pencuri aja sabar bagaimana dengan saya yang insya Allah berada diatas kebenaran.
Begitupun dengan kisah Abu Miljan Ats-Tsaqofy Ketika dalam satu peperangan yang dipimpin oleh Sa’ad Bin Abi Waqqas. Dalam perjalanan Abu Miljan minum khamar sehingga ia mabuk. Kemudian setelah sampai dimedan perang ia di ikat dan dikurung. Karena tidak boleh menghukum dalam keadaan jihad atau peperangan oleh karena itu ia tidak di cambuk. Pada saat itu Sa’ad Bin Abi Waqqas sedang sakit sehingga tidak bisa ikut langsung dalam peperangan. Ia duduk dalam khibahnya dan memandang pasukan yang sedang tempur. Abu Miljan mendengar suara pedang dan kuda. Iapun sadar bahwa ini menandakan perang sudah dimulai dan sedang berlangsung, sedangkan ia dalam keadaan di ikat. Kemudian ia berkata ingin ikut dalam peperangan, Beliau adalah seorang Sahabat Rasulullah yang sangat pemberani dan tangguh dalam peperangan. Keluhanya itu didengar oleh Istri Sa’ad Bin Abi Waqqas, kemudian dilepasnya dan diberikanya kuda dn alat perang Sa’ad Bin Abi Waqqas. Iapun menunggang kuda itu dan memacunya dengan kencang sampai ia masuk ditengah-tengah pasukan yang sedang perang. Tidak ada seorangpun yang lewat darinya kecuali tertebas  oleh  pedangnya. Dan itu dilihat oleh Sa’ad  Bin  Abi Waqqas dari kejauhan. Sa’ad Bin Abi Waqqas kaget melihat Abu Miljan yang semangat seperti itu, dan Ia melihat pedang yang digunakan Abu Miljan adalah pedangnya begitupun kuda yang ditunggungnya itu. Setelah peperangan ia berkata: aku tidak akan memukul Abu Miljan karena ia minum khamar setelah kejadian ini. Abu Miljan Menjawab: aku tidak akan meminum khamar lagi setelah kejadian ini.
Atau silakan anda semua tengok kembali Kisah Abu Bakar Ashiddiq dalam memerangi menolak untuk bayar zakat.
Ataupun Kisah Ibnu Taimiyyah dalam melawan tatar serta aliran-aliran sesat Jahmiyyah, Mu’tazilah, Al-Asya’irah Dan Khawarij.
Atau Kisah Muhammad Al-Fatih dan Sholahuddin Al-Ayuby. Ataupun kisahnya Imam Asya-Fi’i dan Umar Bin Abdul Aziz.
Bagaimana mereka semua berjuang untuk Islam, menghabiskan umurnya untuk menda’wahkan kalim tauhid dan melawan kesyirikan dan bid’ah. Siang malam, sore dan pagi. Berjuang tak pernah lelah dengan harta dan diri mereka. Yang akhirnya semua itu berujung pada kemuliaan. Mereka semua akan selalu terlukis jaga dalam sejarah kaum muslimin sampai hari kiamat. Mereka semua telah meninggal tapi nama dan perjuangannya selalu hidup. Allah Subuhuanahu Wata’ala Berfirman:
{وَلا تَقُولُوا لِمَنْ يُقْتَلُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتٌ بَلْ أَحْيَاءٌ وَلَكِنْ لا تَشْعُرُونَ}
Artinya: Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu ) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya. (Q.S Al-Baqarah: 154)
Dan Allah Subuhuanahu Wata’ala Berfirman:
{وَلا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتاً بَلْ أَحْيَاءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ}
Artinya: “ Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezki”.  (Q.S Al-Imran: 169)
Wahai kaum Muslimin, saya ingin mengajak diri saya khususnya dan kita semua umumnya untuk merenungi Hadits Rasulullah Shollallahu ‘Alaihi Wasallam di bawah ini:
عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « لاَ تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِى ظَاهِرِينَ عَلَى الْحَقِّ لاَ يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ حَتَّى يَأْتِىَ أَمْرُ اللَّهِ وَهُمْ كَذَلِكَ ».
Artinya: Dari Tsu’ban ia berkata, Rasulullah Shollallahu ‘Alahi Wasallam Bersabda: tidak akan hilang sekelompok dari umatku yang selalu menampakkan kebenaran, tidak akan membahayakan mereka siapapun yang menentang mereka sampai datang ketentuan Allah sedang mereka terus berada diatas kebenaran itu”.(H.R Muslim, Hadits Nomor 1920)
Tidak kita ingin menjadi sekelompok ummat yang dikatakan Rasulullah itu? Dengan dahsyatnya zaman sekarang, yang hampir semua orang termakan oleh jilatan fitnahnya kecuali hamba yang dilindungi  Allah Subuhanahu Wata’ala.
Kita selalu meneriakkan kata tauhid ditengah-tengah kesyirikan, meneriakkan sunnah rasulullah di tengah-tengah bid’ah. Meneriakkan kata kebenaran ditengah-tengah kebathilan. Meneriakkan syari’at islam ditengah-tengah demokrasi. Meneriakkan keadilan ditengah-tengah kedzoliman. Meneriakkan kesabaran ditengah-tengah keputusasaan. Meneriakkan keimanan ditengah-tengah kekafiran.
Kita menjunjung tinggi islam disaat orang-orang menjunjung tinggi syirik. Mengagung-agungkan al-quran dan as-sunnah disaat manusia meninggalkan kedua pusaka itu.
Katakan kepada diri kita, apa yang kita sumbangsihkan untuk islam? Katakan kepada jiwa kita, apa yang bisa kita berikan untuk agama allah yang suci ini? katakan kepada pribadi kita, apa yang kita perjuangkan untuk islam?
Ingatlah dengan hadits Rasulullah wahai saudaraku!
« مَنْ سَنَّ فِى الإِسْلاَمِ سُنَّةً حَسَنَةً فَلَهُ أَجْرُهَا وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا بَعْدَهُ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَىْءٌ ».
Artinya: Barang siapa yang menghidupkan sunnah yang baik dalam Islam maka ia akan mendapatkan pahala dan  pahala tehadap  orang yang mengerjakan setelahnya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun” (H.R Muslim, Hadits nomor 1017)
Yaitu mengamalkan sunnah Rasululullah yang telah lama ditinggalkan manusia. Jika kita melakukan itu kemudian ditiru oleh orang lain dan mereka mengmalkanya maka pahalanya akan terus mengalir sekalipun kita telah meninggal dunia.
Mari kita amalkan hadits ini didalam setiap amalan yang baik. Mari kita apliksikan didalam semua aspek kehidupan kita. Mari kita hidupkan kembali Sunnah-sunnah yang telah  menjadi tabu dihadapan ummat. Seperti selalu memulai perkataan dengan saudara yang kita temui atau jumpa dengan salam, tidak dengan selamt pagi atau yang lain.
Jika kita sama-sama berjuang untuk menghidupkan Sunnah Rasulullah dan melenyapkan semua bentuk bid’ah, maka Insya Allah Islam ini akan selalu jaya.
Disaat ahlu bid’ah suka mendengar musik, mari kita selalu dakwahkan dan memberikan penjelasan kepada ummat bahwa musik telah diharamkan oleh Rasul kita.
Disaat orang-orang dengan nafsunya suka berfoto-foto, maka mari kita jelaskan kepada ummat bahwa berfoto atau menggambar adalah perbuatan yang sangat dibenci Allah bahkan mereka akan dipaksa untuk memberikan nyawa kepada makhluk yang ia foto atau gambar itu.
Wahai saudaraku! Teguh dan konsisten terhadap islam dizaman fitnah ini adalah sangat perlu, mari kita renungkan Firman Allah Subuhanahu Wata’ala Dibawah Ini:
{إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا فَلا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلا هُمْ يَحْزَنُونَ أُولَئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ خَالِدِينَ فِيهَا جَزَاءً بِما كَانُوا يَعْمَلُونَ}
Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah", kemudian mereka tetap istiqamah  maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita. Mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan. (Q.S Al-Ahqaaf: 13-14)
Saudraku seiman! Coba perhatikan orang-orang barat lagi kafir itu, mereka dengan semangatnya menampakkan diri dan syi’ar agamanya. Padahal mereka dalam kebathilan yang nyata, lalu kenapa kita tidak seperti itu? Bukankah kita dalam keadaan benar? Kalau saja mereka dengan semangatnya Menda’wahkan Agama sesatnya, seharusnya kita lebih semangat untuk Menda’wahkan Agama Islam Ini.
Mereka dengan semangat menginfakkan diri dan hartanya untuk memurtadkan Umat Islam, dan dengan itu mereka menyebar dan datang serta masuk ketempat-tempat Kaum Muslimin. Mereka menjalankan misinya dan memurtadkan saudara-saudara kita.
Kita bisa melihat realita semangat mereka, yang hasilnyapun mereka bisa memasukkan sebagian Kaum Muslimin kedalam agama mereka.
Renungkan semua ini Wahai Hamba Allah yang beriman, tidakkah hati kita sedih melihat venomena seperti ini? relakah saudara kita dimurtadkan oleh mereka musuh-musuh allah? Dimana kita dari semua ini? apa yang bisa kita lakukan untuk Islam Wahai Hamba Allah??? Sampai kapan kita berdiam diri dan membiarkan mereka terus memurtadkan saudara-saudara kita?.
Allah telah menyaksiksikan keadaan mereka dalam firmanya:
{إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ لِيَصُدُّوا عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ فَسَيُنْفِقُونَهَا ثُمَّ تَكُونُ عَلَيْهِمْ حَسْرَةً ثُمَّ يُغْلَبُونَ وَالَّذِينَ كَفَرُوا إِلَى جَهَنَّمَ يُحْشَرُونَ لِيَمِيزَ اللَّهُ الْخَبِيثَ مِنَ الطَّيِّبِ وَيَجْعَلَ الْخَبِيثَ بَعْضَهُ عَلَى بَعْضٍ فَيَرْكُمَهُ جَمِيعاً فَيَجْعَلَهُ فِي جَهَنَّمَ أُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ}
Artinya: Sesungguhnya orang-orang kafir menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan. Dan ke dalam Jahannamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan (.Q.s Al-anfal: 36).
Wahai kaum muslimin! Kalau saja  orang-orang kafir semangatseperti itu, maka seharusnya kita lebih semangat dalam menginfakkan harta yang kita miliki untuk kamaslahatan da’wah islam. Insya Allah apa yang kita infakkan tidak akan sia-sia. Akan tetapi allah akan membalasnya dengan pahala yang berlipat ganda. Allah Subuhanahu Wata’ala Berfirman:
{مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ}
Artinya: Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir, pada tiap-tiap butir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui”. (Q.S Al-Baqarah: 261)
Oleh karena itu, diakhir pembahasan ini kami akan menghimbau kepada Kaum Muslimin semuanya, agar berlomba-lomba dalam memperjuangkan islam ini. menghidupkan kembali Sunnah Rasulullah yang telah lama mati.
Mari kita lihat pada kemampuan kita dalam memperjuangkan Islam ini, dalam segi mana kita berjuang. Kita berlomba-lomba dalam meraih Ridho Allah Subuhanahu Wata’ala.
Bagi seorang yang diberi oleh Allah kelebihan rizki maka infaqkan hartanya untuk kepantingan da’wah dan jihad dijalan Allah.
Bagi yang diberi Allah kelebihan Ilmu dan pengetahuan maka da’wahkan Ilmu itu kepada ummat. Jelaskan kepada mereka kebenaran yang hakiki. Keluarkan Fatwah-fatwah yang tidak menyelisihi kedua pusaka kita. Semangati para mujahid Allah dengan selalu meninggikkan mereka dihadapan ummat. Tidak sebaliknya, mencacat mereka dengan tuduhan-tuduhan yang tidak benar seperti yang dilakukan Ulama-ulama pemerintah sekarang. Wal’iyadzu billah!!!
Bagi yang diberi kekuatan jasmani dan kesiapan mental, infakkan diri untuk memperjuangkan Islam melalui pedang. Berjihad dijalan Allah melawan musuh-musuh allah yang ingin menghancurkan Islam. Mati syahid adalah lebih mulia bagimu dibandingkan Islam terus diinjak-injak oleh musuh-musuh Allah.
Bagi teman-teman yang bergabung dalam dunia publikasi, maka perjuangkan Islam dengan menukil berita-berita yang benar lagi bisa dipercaya, beritakan informasi-informasi yang yang mengandung dakwah dan tidak merugigan Islam dan kaum muslimin. Jangan malah sebaliknya, memberitakan hal-hal yang mengadu domba antara kaum muslimin.karena itu sama halnya anda menjadi munafik.
Bagi teman-teman yang berada dalam dunia pendidikan. Maka didiklah generasi-generasi Islam yang siap memperjuamgkan agama ini kapan dan dimana saja serta dengan apapun yang ia meliki. Menanamkan akidah yang benar dalam kehidupan mereka. Mendidik mereka menjadi generasi yang berakhlak mulia. Yang hanya ta’at pada Allah dan rasul-Nya, tidak kepada yang lainya. Menciptakan generasi yang menjunjung tinggi tauhid dan semangat melawan segala bentuk kesyirikan.
Bagi teman-teman yang berada didunia percetakan, maka cetaklah buku-buku yang Bermanhaj Nabawiyyah, tidak yang menyelisihi manhaj Islam yang baik. Jangan mau digunakan oleh aliran-aliran sesat untuk mencetak buku-buku mereka, karena itu sama halnya anda membantu mereka untuk menyebarkan agamanya.
Bagi orang-orang kaya yang mempunyai bangunan-bangunan tinggi lagi mewah. Gunakan bangunan-bangunan itu untuk seminar-seminar  Islam dan perkaderan generasi tangguh Muslim. Tidak digunakan dalam hal-hal yang menyelisihi Islam. Jangan menyewakan bangunan-bangunan anda untuk tempat maksiat, apapun bentuk maksiat itu. Karena itu sama halnya anda ikut mendukung dan membantu hidupnya maksiat.
Akhir kata..mari kita selalu memohon pada Allah agar kita selalu diberi hidayahnya dan ditetapkan keteguhan dalam memperjuangkan islam yang agung ini. konsisten dan berpegang teguh terhadap kebenaran ini sampai datang ketentuan Allah...Amin…Amin…Allahumma Amin Ya Rabbal ‘Alamin!!!
وآخر دعواتنا والحمد لله رب العلمين.. أسأل الله الإخلاص في القول والعمل!ّأقول وعلي الله توكلي

Tidak ada komentar:

Posting Komentar